Perkembangan teknologi telah mendorong derasnya aliran globalisasi ke negeri-negeri muslim. Aneka produk, tsaqofah ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan gaya hidup masuk ke tengah-tengah kehidupan kita tanpa halangan. Tak terkecuali di kalangan remaja. Sarananya banyak banget bisa lewat media cetak, televisi, radio, dan yang paling canggih di internet.
Walhasil, dunia kini seakan tanpa batas.pola pikir, budaya, dan gaya hidup di berbagai belahan dunia hampir-hampir serupa, bedanya cuma dikit bangrt! Soal gaya hidup ga jauh beda, pesta halloween yang pesertanya pake kostum serba syerem-syerem ala dedemit itu, nggak Cuma di geber remaja-remaja negeri paman Sam, di jakarta juga udah biasa. Memperingati valentine’s Day, pesta ulang tahun, tahun baru dan sejenisnya juga udah jamak banget. Apalagi ngedrugs, pacaran, seks bebas hingga MBA (married karena accident ‘kecelakaan’), pokoknya semuanya deh ada disini (campur-campur sekali!).
Parahnya, gaya hidup seperti itu banyak yang meniru, terutama para fans beratnya. Tentu saja sebagian dari mereka juga remaja muslim . kaum muslimin justru terbawa dan ikut menjadi pelaku aktif dari gaya hidup yang berkembang saat ini. Mereka malah bangga dengan identitasnya itu. Walhasil, antara muslim dan non muslim kini sulit di bedakan kecuali dari KTP-nya. Baik dari segi penampilan fisik, pola pikir, maupun perilakunya, nggak beda dengan kaum non muslim. Padahal, segala sesuatu yang global itu kebanyakan tidak islami. Menyedihkan memang...pertanyaannya mengapa hal itu terjadi???
Nggak usah jauh-jauh nyalahin orang-orang kafir yang emang dari sononya bakalan terus berjuang menyesatkan umat islam. Kebodohan dan ketidakpahaman kaum muslimin terhadap ajaran agamanya sendirilah yang menjadi salah satu penyebab kenapa mereka mudah banget terbawa arus gaya hidup yang tidak islami. Muslim sih muslim, tapi tahunya cuma shalat, puasa, dzakat, dan haji.
"KEBIASAAN MENIRU"
Hukum-hukum lain yang terkait dengan amaliah sehari-hari nggak begitu di pahami. Misalnya, bagaimana adab dalam bergaul antara laki-laki dan perempuan, aturan tentang berpakaian, hubungan anak dengan ortu, kewajiban sebagai remaja, dll.walhasil, jangan kaget kalau suatu saat mereka pada nggak tahu kalau ternyata mereka sudah melanggar larangan Allah swt. Dan meninggalkan perintahNya. Termasuk, banyak yang nggak ngeh kalau selama ini sudah terjerumus melakukan tasyabuh. Hmmmmm .. apa pula itu???
TASYABUH ARTINYA MENIRU, MENCONTOH, MENGIKUTI ATAU MENGKAITKAN DIRI KEPADA SUATU KAUM. Allah berfirman dalam surah An-Nisaa : 115 yang artinya, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan yang telah di kuasainya itu dan Kami masukan ia kedalam Jahanam, dan jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali "(An-Nisaa : 115).
"SADAR IDENTITAS SEBAGAI MUSLIMAH"
Seorang muslim yang mengaku ber-islam, idealnya memiliki pola pikir dan pola sikap yang islami. Karena islam adalah agama yang unik, khas, berbeda dengan ajaran agama lainnya karena itu, islam tidak bisa di samakan dengan agama lain, atau di campur adukan dengan ajaran agama lain. Islam mengatur seluruh aktifitas kehidupan manusia dengan peraturan yang telah di turunkan Allah swt, dan setiap muslim wajib terikat pada aturan Allah swt. Sebab seluruh perbuatan manusia akan di mintai pertanggungjawaban di hari akhir. Rasulillah bersabda, “Siapa saja yang melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunanKu, maka perbuatan itu akan tertolak”.(Hr.bukhori)
"Bangga"
Ditengah alam kapitalisme saat ini, menghindarkan diri dari yang namanya tasyabuh memang nggak mudah. Di sana-sini kita i kepung pemikiran barat berikut gaya hidupnya. Di dalam rumah kita bisa saja jadi “anak manis” yang senantiasa membina diri dengan islam, tapi kalau udah keluar rumah, godaan untuk mengikuti apa-apa yang sedang jadi in di masyarakat sulit di bendung. Secara pribadi, sebagai seorang muslim kita harus memperkuat diri kita dengan memeluk islam seutuhnya, membina diri agar berkepribadian islami, senantiasa meningkatka tsaqafah “pengetahuan”, menciptakan lingkungan yang islami di sekitar kita, dan tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang brtentangan dengan islam. Identitas itulah yang seharusnya kita banggakan agar kita menjadi muslimah sejati yang di idolakan Allah swt.
